Sejarah Desa
Sejarah perpindahan masyarakat Suku Punan Binaluy yang kini bermukim di Desa Long Belaka Pitau tidak terlepas dari perjalanan panjang migrasi yang berlangsung secara bertahap sejak pertengahan abad ke-20. Berdasarkan cerita asal-usul yang dituturkan secara turun-temurun, pada sekitar tahun 1950-an masyarakat Punan Binaluy berasal dari wilayah Malaysia. Dari daerah asal tersebut, mereka mulai melakukan perpindahan dengan menyusuri aliran sungai sebagai jalur utama mobilitas.
Perjalanan migrasi dilakukan secara berkelompok dengan mengikuti aliran Sungai Iwan hingga akhirnya tiba di Sungai Badeng. Pada masa ini, pola hidup masyarakat masih sangat bergantung pada alam, dengan aktivitas berburu dan meramu yang menyebabkan mereka sering berpindah-pindah tempat tinggal. Perpindahan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan sumber daya alam, tetapi juga untuk mencari wilayah yang belum banyak dijelajahi.
Dalam prosesnya, kelompok masyarakat Punan Binaluy mengalami perpecahan menjadi beberapa kelompok kecil. Sebagian kelompok melanjutkan perjalanan hingga ke Sungai Sebawang, sebagian lainnya menuju Sungai Lurah, dan ada pula yang menetap sementara di wilayah Sungai Bahau.
Kelompok yang berada di Sungai Bahau kemudian kembali melakukan migrasi menuju Sungai Lurah. Perpindahan ini berlanjut hingga akhirnya mereka mencapai wilayah Sungai Belaka pada sekitar tahun 1960-an. Pada awal kedatangannya, masyarakat bermukim di muara Sungai Belaka. Namun, kondisi geografis yang kurang mendukung, terutama karena keterbatasan lahan datar untuk permukiman, mendorong mereka untuk kembali berpindah.
Selanjutnya, masyarakat berpindah dari muara Sungai Belaka menuju wilayah tepi Sungai Lurah yang memiliki kondisi lahan lebih datar dan layak untuk dijadikan permukiman. Di lokasi inilah masyarakat kemudian mulai menetap secara lebih permanen hingga berkembang menjadi permukiman yang dikenal saat ini.
Seiring perkembangan administrasi pemerintahan, terjadi penggabungan wilayah desa pada tahun 2005 pada masa kepemimpinan Bupati Marten Bila. Desa Sebawang secara resmi digabungkan dengan Desa Long Belaka Pitau. Penggabungan ini menjadi tonggak penting dalam pembentukan struktur pemerintahan desa yang ada saat ini.
Hingga sekarang, Desa Long Belaka Pitau menjadi wilayah tempat tinggal masyarakat Suku Punan Binaluy yang terus mempertahankan identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.